Jumat, 23 Januari 2026

Mungkin itu hanya imajinasi Bapak

Dalam beberapa waktu belakangan ini saya mencoba-coba membayangkan untuk merekonstruksi ayat-ayat awal yang turun kepada Nabi Muhammad. Hampir seluruh ulama sepakat bahwa ayat yang pertama kali turun kepada Nabi Muhammad adalah lima ayat pertama dari surat Al Alaq. Namun, jika kita membaca Sahih Bukhari Hadits nomor 3, kita hanya akan menemukan tiga ayat pertama dari surat Al Alaq saja, bukannya lima ayat.

Kemudian, yang lebih berspekulasi lagi adalah dalam menentukan ayat kedua yang turun setelah turunnya beberapa ayat awal dari Al Alaq tersebut. Ada yang mengatakan surat Al Muddatsir (QS 73). Ada yang mengatakan surat Al Muzzammil (QS 74). Dan ada yang mengatakan surat Al Qalam atau Nuun (QS 68).

Bagaimana mengkompromikannya?

Nah, disinilah saya berimajinasi dan berandai-andai.

Dalam hadits ketiga pada Sahih Bukhari ada tertulis bahwa Malaikat [Jibril] mengatakan "Iqra" kepada Nabi Muhammad sebanyak tiga kali. Dan Nabi menjawab "Aku tidak dapat membaca" juga sebanyak tiga kali.

Nah, bagaimana jika seandainya ayat Iqra bismi rabbikalladzii khalaq tsb memang benar dibacakan sebanyak tiga kali pada tiga peristiwa atau tiga kejadian yang berbeda, pada hari yang berbeda. Misalkan, pertama kali Malaikat (Jibril) membacakan tiga ayat pertama dari surat Al Alaq (Iqra) kepada Nabi Muhammad di Gua Hira. Ketika itu Nabi Muhammad ketakutan, dan setelah itu Nabi Muhammad pulang kepada Khadijah istri beliau, dan beliau berkata, "zammiluni, zammiluni" (selimuti aku, selimuti aku). Hal ini sebagaimana hadits ketiga pada Sahih Bukhari. Kemudian, setelah itu turunlah surat Al Muzzammil, "Yaa ayyuhal muzzammil ....."

Kemudian, pada kesempatan kedua, lagi-lagi Malaikat (Jibril) membacakan tiga ayat pertama dari surat Al Alaq (Iqra) kepada Nabi Muhammad, dan kemudian Nabi Muhammad ketakutan dan pulang kepada istrinya, dan di sini menurut riwayat dari Yunus, Nabi berkata, "datsiruni" yang artinya selimuti aku. Ini sesuai dengan hadits ke-empat dari Sahih Bukhari versi Fathul Bari jilid 1. Nah, kemudian setelah itu turunlah surat Al Muddatsir, "Yaa ayyuhal muddatsir ...."

Kemudian, pada kesempatan ketiga, kali ini Malaikat (Jibril) membacakan lima ayat pertama dari surat Al Alaq, dimana ayat keempatnya berbicara tentang qalam. Dan setelah turunnya lima ayat pertama dari surat Al Alaq ini kemudian disambung dengan turunnya beberapa ayat awal dari surat Al Qalam.

Jadi, saya menduga bahwa ketika Malaikat (Jibril) mengatakan "Iqra" kepada Nabi Muhammad sebanyak tiga kali, itu mungkin bisa saja berarti bahwa ayat Iqra tersebut dibacakan sebanyak tiga kali pada tiga kesempatan yang berbeda, dimana setelah turunnya ayat Iqra tersebut kemudian disusul oleh tiga surat yang berbeda pula, yakni surat Al Muzzammil, surat Al Muddatsir, dan surat Al Qalam.

Kemudian, setelah itu, dugaan liar saya ayat yang turun berikutnya adalah beberapa ayat awal dari surat Yunus dan beberapa ayat awal dari surat Al Jatsiyah atau surat Al Ahqaf.

Wa Allahu a'lam.